top of page
/
Cari


Merawat Warna Alam, Menguatkan Tenun Alor
Jauh sebelum pewarna tekstil modern dikenal luas, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia telah memanfaatkan alam untuk memberi warna pada kain dan benang. Daun, akar, kulit kayu, lumpur, hingga mineral alami digunakan untuk menghasilkan warna yang tidak hanya indah, tetapi juga menyimpan cerita tentang lingkungan dan budaya tempat kain itu berasal. Di Alor, pengetahuan seperti ini sebenarnya masih hidup di tengah masyarakat penenun. Beberapa bahan alami lokal telah lama d

Haries Sukandar
23 Mei3 menit membaca


Hari Peduli Sampah Nasional : Momentum Memilah Sampah dari Rumah, Langkah Kecil untuk Dampak Besar.
Pemandangan udara tempat pembuangan sampah di Bekasi, Indonesia, memperlihatkan alat berat dan truk yang bekerja mengelola gunungan sampah seperti pegunungan. Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini berakar dari tragedi longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada tahun 2005, sebuah peristiwa kelam akibat kegagalan pengelolaan sampah. Longsoran gunungan sampah sepanjang kurang lebih 200 meter dengan tinggi mencapai 60 meter memicu ledakan gas metana. Peristiwa ini

Amrozy Muharamin
21 Feb4 menit membaca


Merajut Kolaborasi, Merawat Budaya : Peran Nautika Foundation sebagai Jembatan dalam Penguatan Tenun Ikat Alor
Benang-benang tenun tidak pernah berdiri sendiri. Ia lahir dari tangan-tangan sabar, dari cerita yang diwariskan lintas generasi, dan dari relasi panjang antara manusia, alam, dan budaya. Di Alor, tenun ikat bukan sekadar kain, melainkan bahasa kehidupan yang hidup di rumah-rumah sederhana para perempuan penenun. Pada 15–17 November 2025, bahasa itu kembali mendapatkan ruang yang lebih luas. Kabupaten Alor menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Daya Saing Te
Nautika Foundation
18 Nov 20254 menit membaca
Blog dan Artikel
Nautika Foundation
bottom of page
